
*Presiden Hadiri Temu Nasional Perempuan Indonesia di Yogyakarta*
Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat, 14 September 2018, menghadiri Pembukaan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia dan Sidang Umum ke-35 International Council of Women. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Grand Inna Malioboro, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Kepala Negara beserta rombongan bertolak menuju Provinsi DIY dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 pada pukul 12.40 WIB.
Sebelum lepas landas, Presiden terlebih dahulu menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Sirotur Nur yang ada di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta.
Usai menempuh penerbangan selama kurang lebih satu jam, Presiden dan Ibu Iriana tiba di Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Provinsi DIY pukul 13.30 WIB.
Kedatangan keduanya disambut langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan sejumlah pejabat dari Forkopimda DIY.
Dari Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Presiden langsung menuju Hotel Grand Inna Malioboro tempat berlangsungnya acara. Rencananya, sore hari nanti Presiden langsung menuju Kota Surakarta untuk bermalam sekaligus melanjutkan kegiatan kunjungan kerja keesokan harinya.
Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan menuju Provinsi DIY adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, dan Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono.
Jakarta, 14 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
15/09/18 06.42 - Breaking News: Peresmian Pembukaan Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia dan General Assembly International Council of Woman, Yogyakarta, 14 September 2018
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/K3I3r9VPLrEB0UJ
15/09/18 06.42 - Breaking News: *Presiden Jokowi: Jadilah Ibu Bangsa Wahai Perempuan Indonesia*
“Jadilah Ibu Bangsa wahai perempuan Indonesia. Saya ulangi, jadilah Ibu Bangsa wahai perempuan Indonesia. Ini adalah sebuah tanggung jawab besar perempuan Indonesia untuk menjadi Ibu Bangsa.”
Seruan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka acara Temu Nasional Seribu Organisasi Perempuan Indonesia di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Jumat, 14 September 2018. Pada kesempatan ini, Presiden sekaligus membuka General Assembly International Council of Women ke-35.
Presiden menjelaskan, Ibu Bangsa yang ia maksud adalah mereka yang mendidik anak-anak sebagai penerus masa depan bangsa, yang memperbaiki mentalitas bangsa, yang menjaga moral keluarga, yang menjaga alam untuk cucunya, serta yang menggerakkan ekonomi keluarga untuk masyarakat.
Presiden Joko Widodo juga memuji peranan para ibu dan kaum perempuan selama ini yang telah turut membangun bangsa. Presiden mengemukakan, sejak berdirinya negara kita, Indonesia memiliki banyak sekali tokoh perempuan yang menjadi inspirasi bangsa. Saat zaman perjuangan bangsa pun Indonesia telah melahirkan tokoh-tokoh perempuan yang diabadikan dalam sejarah.
"Zaman dulu kita mengenal perempuan-perempuan pejuang kemerdekaan. Dari Laksamana Malahayati, Dewi Sartika, Ibu Kartini, Christina Martha Tiahahu, dan banyak lagi pahlawan-pahlawan perempuan kita," kata Presiden.
Sementara di masa pembangunan kini, kiprah kaum perempuan juga dapat dirasakan dalam pemerintahan. Tercatat, saat ini, sebanyak 8 pos menteri Kabinet Kerja diisi oleh kaum perempuan.
"Ada yang lemah lembut gemulai seperti Bu Yohana Yembise dan Nila Moeloek. Tapi ada juga yang aktif, agresif, dan galak seperti Bu Susi. Tapi yang jelas kalau 8 menteri saya ini ngambek bareng, pusing saya," canda Presiden disambut tawa peserta acara.
Kiprah perempuan juga dirasakan dalam perhelatan Asian Games 2018 lalu. Dari 31 medali emas yang diperoleh Indonesia, sebanyak 12 medali disumbangkan oleh para atlet perempuan Indonesia.
"Coba kita lihat yang dapat emas. Kita punya spider woman Aries Susanti dan Puji Lestari. Ini dapat 2 emas di panjat tebing. Cepat sekali. Kemudian ini Lindswell di wushu kita juga dapat 1 emas. Ini ratu wushu Asia. Artinya kita punya srikandi-srikandi yang akan berjuang untuk Merah Putih, untuk negara kita," ucapnya.
Sedangkan di Asian Para Games 2018 nanti, kiprah atlet perempuan kita juga patut dinanti. Meski memiliki keterbatasan dalam fisik, dengan semangat srikandi, hal itu tak sampai menghalangi mereka untuk tetap mengukir prestasi.
"Nanda Mei Solihah, ini pelari kencang kita, peraih 3 medali emas di ASEAN Para Games tahun lalu. Ni Nengah Widiasih, atlet angkat besi peraih perunggu di Paralympic di Riau 2016. Kemudian Saudari Suparni Yati, atlet tolak peluru juga dapat emas di ASEAN Para Games 2017. Ada saudari Laura Dinda, baru memenangkan kejuaraan di para swimming di Jerman, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebut satu per satu," tuturnya.
Selain di bidang olahraga, Indonesia juga tak kekurangan tokoh-tokoh perempuan yang mampu menjadi contoh bersama. Secara khusus Presiden Joko Widodo menyebut nama Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, istri dari Presiden Indonesia keempat, yang merupakan tokoh pejuang toleransi nasional.
"Saya kira banyak kiprah perempuan di negara kita yang tidak kalah dengan negara-negara lain," imbuhnya.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara ini, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X.
Yogyakarta, 14 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
15/09/18 06.42 - Breaking News: Keterangan Pers Presiden RI, Bogor 14 September 2018. http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/lrZJ32WISMNNX06
15/09/18 06.42 - Breaking News: Peresmian Pembukaan Kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Bogor, 14 September 2018.
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/Q4FJE25P84lAAyR
15/09/18 16.10 - Breaking News: *Presiden Serahkan 8.000 Sertifikat Tanah di Grobogan*
Pagi ini, Sabtu, 15 September 2018, Presiden Joko Widodo melakukan kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Kepala Negara diawali dengan penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk warga Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.
Sebanyak 8.000 sertifikat diserahkan Kepala Negara kepada warga yang dipusatkan di Stadion Krida Bhakti, Kabupaten Grobogan. Presiden menuturkan ini merupakan bagian dari 55 ribu sertifikat yang sudah disampaikan tahun ini.
"Tahun depan 100 ribu (sertifikat) di Grobogan," kata Presiden.
Presiden pun menuturkan bahwa ada 116 juta sertifikat seluruh Indonesia yang seharusnya diberikan, tapi hingga 2014 baru 46 juta. Oleh karena itu pemerintah terus meningkatkan pembagian sertifikat ini, di mana tahun 2017 dari 500 ribu menjadi 5 juta, tahun ini 7 juta, dan tahun depan ditargetkan 9 juta sertifikat diberikan.
"Biasanya 500 ribu sertifikat per tahun, artinya apa, nunggu 160 tahun, ya memang saya hitung, rakyat harus nunggu segitu, mau enggak?" ujar Presiden.
Presiden pun berpesan agar masyarakat penerima menjaga sertifikatnya dengan baik. Termasuk jika masyarakat ingin menggunakannya sebagai agunan di bank.
"Jadi kalau pinjam, dihitung. Gunakan semuanya untuk modal usaha, misalnya 30 juta dapat, semuanya buat usaha buat modal investasi, saya titip ini," ucapnya.
Setelah pemberian sertifikat hak atas tanah untuk rakyat, Presiden meninjau proyek dana desa berupa pembangunan talud yang ada di Desa Tambirejo, Kecamatan Taroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Jawa Tengah adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjoyo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Surakarta, 15 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
15/09/18 16.12 - Breaking News: https://drive.google.com/file/d/1Kv3ZD1N6R3-PplaIPbgrHDhzc1Yk0tLr/view?usp=drivesdk
15/09/18 20.53 - Breaking News: *Presiden Tinjau Pelatnas Asian Para Games di Sukoharjo*
Presiden Joko Widodo hari ini Sabtu, 15 September 2018, meninjau langsung kesiapan para atlet yang akan berlaga di Asian Para Games 2018. Dalam kesempatan ini, Presiden meninjau pelatnas bulu tangkis dan tenis meja yang dipusatkan di Hartono Trade Center, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Tiba pukul 16.20 WIB, Presiden langsung menuju lapangan bulu tangkis yang terletak di lantai 3. Saat itu tampak atlet bulu tangkis Indonesia Supriadi sedang berlatih bersama rekan-rekannya.
Setelah itu, Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menuju ke lantai 2, tempat di mana latihan tenis meja dilangsungkan.
"Ya saya ingin lihat persiapan-persiapan dalam rangka meraih prestasi di Asian Para Games yang sebentar lagi juga akan dimulai. Saya melihat persiapan di sini badminton tenis meja saya kira ini menurut saya tambang-tambang emas yang kita harapkan nanti," kata Presiden kepada para jurnalis seusai peninjauan.
Untuk para atlet difabel yang berprestasi, Presiden menuturkan pemerintah pun akan memberikan bonus yang sama dengan para atlet Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 lalu. Seperti diketahui, peraih medali emas di Asian Games 2018 diberi bonus Rp1,5 milyar dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Bonus tetap sama, enggak ada bedanya (dengan Asian Games 2018)," ujarnya.
Sementara terkait target, Presiden optimistis cabang bulu tangkis bisa menyumbangkan 4 medali emas untuk Indonesia. Adapun untuk cabang tenis meja, Presiden berharap para atlet Indonesia bisa mendulang minimal 2 medali emas.
"Yang ingin kita lihat atlet-atlet berlatih dengan keras dan kita harapkan nanti kita juga mendapatkan kesuksesan yang sama (dengan Asian Games). Targetnya 16 emas tapi kita harapkan kepeleset, tapi di atas," tandasnya.
Setelah selesai meninjau, sekira pukul 17.00 WIB, Presiden meninggalkan lokasi.
Sukoharjo, 15 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
15/09/18 20.53 - Breaking News: *Presiden: Masyarakat Semakin Dewasa Tentukan Pilihan*
Presiden Joko Widodo meyakini masyarakat Indonesia sudah semakin matang dan dewasa dalam menentukan pilihan. Termasuk dalam memilih anggota legislatif baik di DPRD tingkat Kota/Kabupaten, DPRD tingkat Provinsi, maupun di DPR dan DPD.
"Semuanya pasti mengacu melihat rekam jejak, _track record_ pasti dilihat, karakter pasti dilihat karena masyarakat semakin dewasa, semakin pintar melihat siapa yang harus dipilih," kata Presiden seusai meninjau pelatnas Asian Para Games di Hartono Trade Center, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu, 15 September 2018.
Presiden juga menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) terkait larangan mantan koruptor mencalonkan diri menjadi anggota legislatif.
Seperti diketahui, uji materi terkait larangan mantan narapidana kasus korupsi, bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak untuk menjadi bakal calon anggota legislatif dalam Pemilu 2019 sudah diputus oleh MA pada Kamis, 13 September 2018 lalu.
Dalam pertimbangannya, MA menyatakan bahwa ketentuan yang digugat oleh para pemohon bertentangan dengan undang-undang yang lebih tinggi, yaitu Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.
"Itu keputusan yang memang harus kita hormati dan itu wilayahnya _judicial,_ di yudikatif. Kita tidak bisa intervensi," ujarnya.
Sukoharjo, 15 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
15/09/18 20.54 - Breaking News:
https://drive.google.com/file/d/16LFvSWhx27ILYnZ6F6aUMtmiRltXozSl/view?usp=drivesdk
15/09/18 20.54 - Breaking News: Peninjauan Pelatnas untuk Asian Para Games 2018, Sukoharjo, 15 September 2018
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/W6gBAMx0EKwAHZl
17/09/18 14.00 - Breaking News: *Presiden Jokowi Terima Kunjungan Senat Republik Ceko*
Presiden Joko Widodo pagi ini, menerima kunjungan kehormatan delegasi Senat Republik Ceko. Pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 September 2018, pukul 9.18 WIB.
Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kedatangan para delegasi Republik Ceko yang disebutnya sebagai sahabat lama. Untuk diketahui, Republik Ceko merupakan salah satu negara Eropa pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.
"Indonesia dan Republik Ceko adalah sahabat lama. Ceko adalah salah satu negara di Eropa yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia," ujarnya.
Presiden juga memanfaatkan pertemuan ini untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Republik Ceko atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
"Dalam kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Republik Ceko untuk Indonesia sebagai anggota Dewan Keamanan PBB 2019-2020," ucapnya.
Selain itu, kedua pihak juga membicarakan kemungkinan kerja sama yang lebih erat bagi kedua negara di masa mendatang.
"Saya berkomitmen untuk terus memajukan kerja sama dengan Republik Ceko di berbagai bidang khususnya di bidang perdagangan dan industri," kata Presiden.
Selepas pertemuan, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir yang turut mendampingi Presiden menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu delegasi Republik Ceko turut mengikutsertakan para pengusaha dari negaranya.
"Karena itu, Presiden mengatakan kita memiliki komitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan Ceko," ucap Fachir.
Kemudian, Fachir mengatakan, Indonesia juga meminta dukungan Republik Ceko atas produk-produk kelapa sawit dari Indonesia di pasar Eropa. Sebab hal itu terkait langsung dengan kurang lebih 17 juta petani kelapa sawit Indonesia.
"Pesan yang disampaikan adalah permintaan dukungan terhadap produk kelapa sawit Indonesia. Ini menyangkut 17 juta petani Indonesia yang terkait produk kelapa sawit ini," ujarnya.
Lebih jauh, beberapa hal lain juga dibicarakan kedua pihak seperti penjajakan kerja sama di bidang energi, industri otomotif, jaminan kesehatan, dan pendidikan.
"Mengenai pendidikan, dibuka peluang bagi mahasiswa-mahasiswa Indonesia, terutama di bidang kedokteran, ditawarkan juga bisa belajar di Ceko," imbuhnya.
Mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir.
Jakarta, 17 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
17/09/18 14.00 - Breaking News: Menerima Delegasi Senat Republik Ceko, Istana Merdeka, 17 September 2018
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/Rq3WdWV1SaVqc8R
17/09/18 20.53 - Breaking News: *Presiden: Pemilu Ajang Kontestasi Ide dan Program*
Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa kegiatan dukung-mendukung dalam Pemilu harus dilakukan dalam konteks yang sehat dan _fair_. Dengan demikian, masyarakat bisa menjadi semakin dewasa dan matang dalam berpolitik.
"Kemudian juga masyarakat bisa menguji ide, menguji gagasan, menguji program yang disampaikan atau yang telah dilaksanakan," kata Presiden di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 17 September 2018.
Penyampaian ide, gagasan, dan program tersebut menurut Presiden penting untuk dilakukan agar demokrasi di Tanah Air semakin dewasa dan matang.
"Saya kira Pemilu ini adalah kontestasi gagasan, kontestasi hasil kerja, kontestasi prestasi, kontestasi rekam jejak," lanjutnya.
Oleh karena itu, Presiden menghimbau kepada semua pihak agar dalam Pemilihan Umum maupun Pemilihan Presiden 2019, tidak memakai isu sensitif seperti SARA ataupun dengan cara-cara fitnah.
"Saya kira (penggunaan isu SARA dan fitnah) tidak mendewasakan, tidak mematangkan demokrasi kita," tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Presiden didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Jakarta, 17 September 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
Bey Machmudin
17/09/18 20.53 - Breaking News: Keterangan Pers Presiden RI, Jakarta, 17 September 2018
http://video.istanapresiden.go.id/index.php/s/paO74QqVpJ7ra6g
No comments:
Post a Comment